Masyarakat Tolak Pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu

Foto : Spanduk penolakan pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

PADANG PARIAMAN, Kepritoday.com – Masyarakat Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, menolak pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Tarok Nagari Kapalo Hilalang oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman.

Mereka mempunyai alasan karena ganti rugi tanah tempat pembangunan KPT dan pembangunan jalan sepanjang 3,3 KM dengan lebar 75 M yang masuk menuju kawasan tersebut tidak layak.
Seperti diketahui sebelumnya, Pemkab Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati Ali Mukhni duet Suhatri Bur akan membuka Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di areal lahan seluas 697 ha di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayutanam.

“Insya Allah, ini bukan mimpi. Jalan masuk dari pinggir jalan Padang-Bukittinggi sepanjang 3,3 M dan lebar 75 M sudah kita buka dan dalam tahap finishing,” kata Bupati Ali Mukhni pada acara Focus Group Disccusion di Aula Kantor Bupati Padang Pariaman.

Menurutnya, pada kawasan tersebut akan dibangun Universitas Negeri Padang (UNP), ISI Padang Panjang, Politeknik Unand, STIT Syekh Burhanuddin, Universitas Bisnis, Diklat Kejagung dan Diklat Badan Pertanahan Nasional serta satu Gedung Rumah Sakit Vertikal.

“697 ha tersebut merupakan murni lahan atau tanah negara,” tegasnya.
Terpisah, Kabag Humas Setdakab Padang Pariaman, Andri Satria menyebutkan, setiap tanaman masyarakat yang terkena imbas pembukaan jalan sudah dicatat panitia dan Pemda bakal mengganti kerugian terhadap tanaman itu, apabila proses sudah selesai. (Dodoyx).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *