Anggaran Pilkada Untuk Calon Walikota dan Wakil Walikota Periode 2018-2023 Telah di Siapkan

Boedi Satria,

KOTA PARIAMAN, Kepritoday.com – KPU Kota Pariaman telah menyiapkan anggaran penyelenggaraan Pilkada Pariaman untuk delapan pasang Calon Walikota/Wakil Walikota periode 2018-2023, Selasa (14/3).

Hal tersebut diungkapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman, Boedi Satria pada media di ruang kerjanya,

“Empat pasangan calon dari partai politik dan empat pasang calon dari perseorangan atau independen,” ungkap Boedi.

Menurut Boedi, Pilkada Kota Pariaman rencananya akan digelar hari Rabu ketiga bulan Juni 2018. Pilkada tersebut masuk gelombang tiga Pilkada Serentak Indonesia. Untuk Sumbar, Pilkada Pariaman barengan dengan Kota Sawahlunto, Kota Padang dan Kota Padangpanjang.

Bagi pasangan calon dari kalangan perseorangan, syarat minimal dukungan berupa KTP adalah jumlah DPT (daftar pemilih tetap) dikalikan 10 persen. DPT Kota Pariaman saat ini mengacu pada Pilgub Sumbar adalah sebanyak 59.054. Jika dikalikan 10 persen maka pasangan calon independen setidaknya wajib mengantongi sekitar 5.906 dukungan sah dari masyarakat.

“Dukungan berupa KTP itu harus per desa dan per kecamatan. Tidak boleh hanya dari satu kecamatan saja. Seminimal mungkin dari tiga kecamatan dari empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman,” terangnya.

Ia juga mengatakan, tahapan penyerahan berkas dukungan bagi paslon independen, wajib diserahkan ke KPU bulan Desember 2017. Syarat dukungan KTP oleh calon independen yang diserahkan ke KPU akan dilakukan dalam dua tahap verifikasi, yakni verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

Verifikasi faktual dilakukan ke rumah-rumah penduduk dengan tatap muka: dengan pemilik KTP yang diberkaskan oleh paslon tersebut.

“Jika ternyata berkas yang diserahkan paslon setelah diverifikasi Tim KPU kurang dari jumlah minimal yang ditentukan, maka harus diganti dua kali lipat. Misalnya dari 5.906 syarat minimal, setelah diverikisi ternyata hasilnya 5.006 yang sah, kekurangan berkas dukungan 900 lagi wajib diganti dua kali lipat, menjadi 1800, begitu bilangannya seterusnya,” tambahnya.

Surat dukungan tidak boleh ganda. Bagi paslon yang berniat, sebaiknya maju secara independen hendaknya melakukan konsultasi ke KPU Kota Pariaman terlebih dahulu.

Sedangkan bagi paslon dari partai politik, tambahnya, pendaftaran dimulai bulan Februari 2018. Paslon harus didukung minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Kota Pariaman (20 kursi), atau 25 persen dari jumlah suara sah pada Pemilu Legislatif Kota Pariaman 2014. (Dodoyx).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *